MENGENAL FAUNA YANG ADA DI INDONESIA
Halo teman teman , selamat datang kembali di artikel saya FLORA DAN FAUNA INDONESIA. Bagaimana kabar kalian semuanya teman teman ?? Apakah kalan sehat sehat semuanya ? Semoga Tuhan yang maha Esa memberikan kita kesehatan setiap harinya . Nah teman teman kali ini kita akan membahas tentang Fauna yang ada di Indonesia yaitu Landak. Di simak baik baik ya teman teman semuanya.
Landak adalah hewan pengerat (Rodentia) yang memiliki rambut yang tebal dan berbentuk duri tajam. Hewan ini ditemukan di Asia, Afrika, maupun Amerika, dan cenderung menyebar di kawasan tropika. Landak merupakan hewan pengerat terbesar ketiga dari segi ukuran tubuh, setelah kapibara dan berang-berang. Hewan ini agak "membulat" serta tidak terlalu lincah apabila dibandingkan dengan tikus. Karena rambut durinya, hewan lain yang mirip namun bukan pengerat, seperti hedgehog dan landak semut (Echidna), juga dikenali sebagai "landak".
Landak secara umum adalah herbivora, dan menyukai daun, batang, khususnya bagian kulit kayu. Karena hal inilah banyak landak dianggap sebagai hama tanaman pertanian. Meskipun demikian, orang juga menjadikan landak sebagai salah satu bahan pangan. Sate landak merupakan salah satu menu khas dari Kabupaten Karanganyar.
Landak yang biasa dikenal orang adalah Hystrix, tetapi secara umum landak juga dipakai untuk menyebut anggota dari suku/famili Erethizontidae (landak Dunia Baru, marga: Coendou, Sphiggurus, Erethizon, Echinoprocta, dan Chaetomys) dan Hystricidae (landak Dunia Lama, marga: Atherurus, Hystrix, dan Trichys).
PENGGUNAAN OLEH MANUSIA
Landak sangat populer di Asia Tenggara, khususnya Vietnam, di mana penggunaan utama mereka sebagai sumber makanan telah berkontribusi terhadap penurunan signifikan dalam populasi mereka.
Lebih umum, pena bulu dan pelindung kaki mereka digunakan untuk pakaian dekoratif tradisional. Misalnya, tempat perlindungan mereka digunakan dalam pembuatan hiasan kepala asli "porky roach". Duri utama dapat dicelup, dan kemudian diterapkan dalam kombinasi dengan benang untuk memperindah aksesoris kulit seperti sarung pisau dan tas kulit. Perempuan Lakota akan memanen duri untuk pekerjaan bulu dengan melemparkan selimut di atas landak dan mengambil duri yang tersisa tersangkut di selimut.
Kehadiran duri, bertindak seperti jangkar, membuatnya lebih menyakitkan untuk menghilangkan bulu yang menembus kulit. Bentuk duri membuat duri lebih efektif, baik untuk menembus kulit dan tetap di tempatnya. Duri telah mengilhami penelitian untuk aplikasi seperti desain jarum suntik dan staples bedah. Berbeda dengan desain saat ini untuk staples bedah, desain landak dan duri landak akan memungkinkan untuk penyisipan yang mudah dan tidak menyakitkan karena staples akan tetap di kulit menggunakan desain 'barbs' daripada ditekuk di bawah kulit seperti staples tradisional.
PERKEMBANGBIAKAN LANDAK
Landak berkembang biak dengan cara melahirkan atau Vivipar. Landak siap melangsungkan perkawinan setelah usia 6 bulan masa hidupnya. Perubahan bentuk fisik Landak akan terjadi saat musim kawin tiba, utamanya terjadi pada Landak jantan. Perut Landak jantan akan tampak membuncit dan kelenjar kelaminnya membengkak.
Para Landak jantan akan menyambut musim kawin dengan suara riuh rendah yang lebih mirip suara dengkuran. Landak jantan juga akan berputar mengelilingi Landak betina sambil memamerkan perut buncitnya, diiringi dengkuran-dengkuran ritmis yang seolah menjadi semacam rayuan bagi sang betina.
Landak betina akan hamil dalam masa 56 hari. Seekor Landak betina dapat melahirkan 4 sampai dengan 7 ekor bayi Landak. Beberapa jam setelah kelahiran bayi-bayi Landak tersebut, duri lunak akan muncul dari dalam kulit mereka. Setelah beberapa bulan, duri lunak itu akan rontok dan berganti dengan duri baru yang lebih keras.
Jadi tunggu apalagi teman teman ?? Ayo bermain slot online di ROMA303 ^^
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar