MENGENAL FLORA YANG ADA DI INDONESIA

            Halo teman teman , selamat datang kembali di artikel saya FLORA DAN FAUNA INDONESIA. Bagaimana kabar kalian semuanya teman teman  ?? Apakah kalan sehat sehat semuanya ? Semoga Tuhan yang maha Esa memberikan kita kesehatan setiap harinya . Nah teman teman kali ini kita akan membahas tentang Flora yang ada di Indonesia yaitu Bunga Suplir . Di simak baik baik ya teman teman semuanya. 


            Suplir adalah tumbuhan paku populer untuk penghias ruangan atau taman yang termasuk dalam genus Adiantum, yang tergolong dalam anaksuku Vittarioideae, suku Pteridaceae. Nama "suplir" merupakan adaptasi dari chevelure (dibaca \ʃəv.lyʁ\ dari bahasa Prancis, yang berarti "seluruh rambut di kepala"), nama yang diperkenalkan orang Belanda sewaktu masa penjajahan.


        PERTELAAN UMUM BUNGA SUPLIR

 


           
Suplir memiliki penampilan ental yang khas, yang membuatnya mudah dibedakan dari jenis paku-pakuan lain.

Semua jenisnya tumbuh sebagai terna, dengan rimpang (rizoma) yang menjalar lambat di media tumbuh. Rimpang tumbuh di sela-sela batuan yang berhumus. Tumbuhan ini jarang dijumpai tumbuh di tanah datar, karena biasanya menyukai tumbuh di sela-sela tebing, tembok, atau batang pohon.

Akarnya serabut dan tumbuh dari rimpang. Akar ini mencari hara dari humus, dan terkadang cukup dalam menembus tebing atau tembok.

            Sebagaimana paku-pakuan lain, ental tumbuh dari rimpang dalam bentuk gulungan ke dalam (bahasa Jawa: mlungker) seperti tangkai biola (disebut circinate vernation) dan perlahan-lahan membuka. Tangkai ental cenderung berwarna hitam, mengeras ketika dewasa, dan mengkilap. Warna hitam dan mengkilap seperti rambut inilah yang mendasari nama chevelure (berarti "rambut" dalam bahasa Prancis).

Helai daunnya (pinnae) khas berbeda dari banyak paku-pakuan karena tidak berbentuk memanjang simetris, tetapi cenderung tidak simetris dengan variasi membulat, segitiga (deltoid), atau segiempat. Daunnya ini tidak dapat dibasahi air karena di permukaannya tertutupi rambut-rambut halus. Dari sinilah nama ilmiah Adiantum dibentuk, karena berarti "tidak terbasahi" dalam bahasa Yunani.

            Spora berada di dalam sporangium. Kumpulan sporangia (sorus) berada di sisi bawah pada bagian tepi daun fertil, agak terlindung oleh lipatan tepi helai daun. Tangkai entalnya khas karena berwarna hitam dan mengkilap, kadang-kadang bersisik halus ketika dewasa.

Tanaman ini memperbanyak diri secara generatif dengan spora yang terletak pada bagian tepi sisi bawah daun yang sudah dewasa. Selain itu, perbanyakan vegetatif mungkin dilakukan ketika rimpangnya sudah cukup besar sehingga bisa dipecah menjadi dua atau tiga bagian (stek rimpang).


        PENYEBARAN BUNGA SUPLIR

 


           Ada sebanyak lebih dari 200 jenis Adiantum yang menyebar di seluruh dunia (220 - 230 jenis). Pusat keragaman ada di Amerika Selatan, khususnya di kawasan Pegunungan Andes (tercatat 229 spesies dan 5 hibrida alami). Anggota marga ini menyukai daerah-daerah lembap di tebing atau rekahan batu atau tembok yang lembap, dekat aliran air dan teduh. Kebanyakan ditemukan di kawasan basah di perbukitan.

        Di Asia Tenggara sendiri diperkirakan ada 10–20 jenis Adiantum. Di kawasan Papuasia ditemukan 12 jenis Adiantum.

        Melalui perdagangan dan pemuliaan tanaman hias, jenis-jenis asal Amerika dibawa ke kawasan lain dan kawin silang, seleksi, serta mutasi menyebabkan munculnya berbagai kultivar baru dengan ciri-ciri yang baru.


        TAKSONOMI BUNGA SUPLIR


            Dalam klasifikasi yang klasik, berdasarkan sebaran geografis, anggota-anggota Adiantum dimasukkan dalam suku Adiantaceae.

Serangkaian penelitian mengenai Pteridaceae menggunakan sekuens DNA dari plastid menunjukkan indikasi bahwa Adiantum spp. tidak sepenuhnya terpisah dari jenis-jenis vittarioid anggota Pteridaceae. Ini mendukung pilihan yang diambil Christenhusz et al. (2006) yang memasukkan Adiantum dalam anaksuku Vittarioideae, suku Pteridaceae. Namun, hasil ini tidak didukung oleh penelitian lanjutan yang lebih spesifik, yang menunjukkan kalau Adiantum adalah marga yang monofiletik.


        PEMANFAATAN BUNGA SUPLIR



           
Suplir tidak memiliki nilai ekonomi penting selain sebagai tanaman hias yang bisa ditanam di dalam ataupun di luar ruang. Tumbuhan ini tidak tahan penyinaran matahari langsung. Suplir menyukai media tumbuh yang gembur, kaya bahan organik (humus), dan selalu lembap, namun tidak toleran terhadap genangan. Pemupukan dengan kadar nitrogen lebih tinggi disukainya. Pembentukan spora memerlukan tambahan fosfor dan kalium.

            Pemeliharaan suplir sebagai tanaman hias harus memperhatikan penyiraman. Kekeringan yang dialami suplir menyebabkan daun mengering dan menggulung. Hal ini tidak bisa diatasi dengan penyiraman karena daun yang kering tidak bisa pulih. Penanganannya adalah dengan membuang seluruh ental yang kering hingga dekat rimpang dan mengganti media tumbuh. Dalam waktu beberapa hari tunas baru akan muncul apabila perawatan dilakukan dengan benar.

            

             Begitlah tentang Flora bunga Suplir  yang saya ketahui ya teman teman, semoga berguna dan bermanfaat untuk teman teman semuanya. Dan apabila teman teman ada yang ingin menambahkan tentang Bunga Suplir, teman teman bisa menambahkan nya di kolom komentar ya teman teman semuanya ^^




Jika teman teman butuh hiburan permainan tidak usah kwatiran ya teman teman, kalian bisa bermain slot di agen terpercaya ROMA303. Kenapa saya merekomendasi kan situs ROMA303? Karena situs ROMA303 sudah berdiri sejak beberapa tahun yang lalu, otomatis para pemain slot online sudah dapat dipastikan mengetahui situs ROMA 303  dan mereka juga mengakui situs tersebut aman dan terpercaya Dan bahkan, jika teman teman menang berapun pasti dibayar tuntas!!
Jadi tunggu apalagi teman teman ?? Ayo bermain slot online di ROMA303 ^^



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL FLORA YANG ADA DI INDONESIA

MENGENAL FAUNA YANG ADA DI INDONESIA

MENGENAL FAUNA YANG ADA DI INDONESIA