MENGENAL FAUNA YANG ADA DI INDONESIA
Halo teman teman, selamat datang kembali di artikel saya FLORAN DAN FAUNA INDONESIA. Bagaimana kabar kalian semuanya teman teman ?? Apakah kalian sehat sehat semuanya ?? Semoga Tuhan yang maha Esa memberikan kita kesehatan setiap harinya. Nah teman teman kali ini kita akan membahas tentang Fauna yang ada di Indonesia yaitu jangkrik . Di simak baik baik ya teman teman semuanya ^^
Jangkrik, jengkerik atau cengkerik (Gryllidae) adalah seranggaserangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh kecil silindris, kepala hampir bulat dan sungut panjang seperti benang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang khas, yang dihasilkan oleh cengkerik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik kedatangan betina dan mengusir kehadiran jantan lainnya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.
Jangkrik telah dipelihara manusia sejak lama, dan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Laga cengkerik adalah sejenis permainan yang populer dan kerap kali melibatkan taruhan. Di Caraguatatuba, Brasil, cengkerik hitam di dalam ruangan dipercaya sebagai tanda datangnya penyakit, cengkerik hijau harapan, dan cengkerik kelabu uang. Dalam komedi, stridulasi cengkerik biasanya digunakan untuk menandakan lawakan yang tidak lucu dan tidak membuat orang tertawa.
PENGENALAN TENTANG JANGKRIK
Jangkrik adalah serangga bertubuh kecil hingga sedang, yang kebanyakan berbentuk silindris (beberapa spesiesnya ada pula yang berbadan agak gepeng tegak). Kepalanya hampir bulat, dengan sepasang sungut panjang menjuntai yang muncul persis di depan mata majemuk. Di dahinya terdapat tiga buah ocelli (tunggal: ocellus), yakni mata sederhana atau mata tunggal. Di belakang kepala terletak pronotum, yakni ruas dada yang pertama, yang kuat dan mulus tanpa gigir punggung ataupun tepi.
Di belakangnya lagi terletak abdomen (perut) yang banyak beruas-ruas. Di ujungnya terdapat sepasang cerci, yakni semacam alat peraba yang serupa duri namun lunak, dan—pada betina-- ovipositor yang panjang seperti jarum, halus, serta berkilau. Femora ('paha'; yakni ruas ketiga) pada pasangan kaki belakang, berukuran besar dan berguna untuk melompat. Sedangkan tibia ('betis', ruas keempat) kaki belakang dilengkapi dengan deretan duri yang dapat digerakkan; yang susunannya berbeda-beda menurut spesiesnya. Tibia pada kaki depan umumnya dilengkapi dengan satu atau dua timpani (tunggal: timpanum, 'gendang telinga') yang berfungsi untuk menangkap getaran suara.[2]
Sayap jangkrik seperti menempel ketat membungkus sisi atas abdomen. Sayap ini berbeda-beda ukuran dan warnanya menurut jenis jangkrik: ada yang panjang, ada yang pendek, dan bahkan ada jenis yang tanpa sayap. Sayap sebelah depan adalah elytra yang terbuat dari kitin yang kaku, berfungsi sebagai pelindung abdomen yang relatif lunak, dan pada hewan jantan juga sebagai tempat organ pengerik untuk menghasilkan suara. Sayap belakang serupa membran tipis yang berfungsi untuk terbang, dan dilipat manakala cengkerik hinggap
HABITAT JANGKRIK
Jangkrik memiliki agihan kosmopolitan, ditemukan di semua bagian dunia kecuali di wilayah dingin di atas lintang 55° ke utara maupun selatan. Serangga ini mengkolonisasi pulau-pulau besar dan kecil, melalui udara (terbang) atau air (terbawa kayu atau bagian tumbuhan lain yang terapung-apung di laut), atau diangkut oleh aktivitas manusia. Keragaman jangkrik yang tertinggi berada di wilayah tropis. Di dekat Kuala Lumpur, misalnya, pernah tercatat sebanyak 88 spesies yang terdengar suara deriknya dari satu lokasi saja; belum lagi termasuk jenis-jenis yang tidak mengeluarkan suara.[3] Di Indonesia terdapat lebih dari 100 jenis jangkrik, dan spesies yang paling banyak dibudidayakan adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus dari genus Gryllus.
Jangkrik hidup di banyak macam habitat. Kebanyakan, jangkrik tinggal di antara rerumputan dan terna; namun jenis-jenis yang lain hidup di semak-semak, dan sebagian lagi di atap tajuk pepohonan. Jangkrik juga hidup di tanah dan gua; ada yang menggali lubang-lubang yang dangkal ataupun dalam di tanah, ada pula yang hanya bersembunyi di balik tumpukan batu atau kayu lapuk
Begitulah sedikitnya tentang Semut yang saya ketahui, semoga artikel saya ini berguna dan bermanfaat untuk teman teman semuanya . Dan bagi teman teman yang masih ingin menabahkan atau memiliki wawasan yang lebih luas, teman teman bisa memberikan tambahan tentang Semutdi kolom komentar ya teman teman ^^
Jadi tunggu apalagi teman teman ?? Ayo bermain slot online di ROMA303 ^^
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar