MENGENAL FAUNA YANG ADA DI INDONESIA
Halo teman teman, selamat datang kembali di artikel saya FLORAN DAN FAUNA INDONESIA. Bagaimana kabar kalian semuanya teman teman ?? Apakah kalian sehat sehat semuanya ?? Semoga Tuhan yang maha Esa memberikan kita kesehatan setiap harinya. Nah teman teman kali ini kita akan membahas tentang Fauna yang ada di Indonesia yaitu capung . Di simak baik baik ya teman teman semuanya ^^
Capung merupakan serangga yang masuk dalam ordo Odonata. Ordo Odonata memiliki dua sub ordo yaitu Anisoptera dan Zygoptera. Anisoptera merupakan kelompok capung yang biasa kita lihat dilingkungan sekitar, sedangkan Zygoptera umumnya dikenal dengan sebutan capung jarum karena ukurannya sangat kecil dan ramping menyerupai jarum. Anisoptera memiliki ciri-ciri mata menyatu, terbang dengan cepat dan tinggi, sayap selalu terbuka, dan memiliki ukuran relatif besar. Zygoptera memiliki ciri-ciri yang berlawanan dari Anisoptera, yaitu mata berpisah, terbang dengan lambat dan rendah, sayap menutup ketika bertengger, dan ukuran relatif kecil.
Capung memiliki kemampuan pandangan 360 derajat dan sensitif terhadap pergerakan yang ada di sekitarnya. Saat tebang capung memiliki kemampuan untuk terbang ke segala arah dalam kecepatan yang sangat tinggi dan dapat berubah arah seketika (Rahadi et al., 2013). Kemampuan terbang tersebut menginspirasi pembuatan helikopter.
Banyak diantara jenis capung yang bersifat pemilih (habitat specialist), sehingga untuk menemukannya perlu mengenal karakteristik habitat capung. Segala tipe lahan basah dapat menjadi tempat perkembangbiakan yang baik untuk capung. Tempat perkembangbiakan tersebut diantaranya danau dan sungai, beberapa jenis capung lainnya juga memilih pada tipe habitat buatan seperti waduk dan embung atau empang. Oleh karena itu capung dikenal sebagai hewan perairan (Irawan & Rahadi, 2018).
Capung dijadikan penanda atau bioindikator terhadap kualitas air bersih. Bioindikator adalah organisme yang memiliki sensitifitas terhadap perubahan lingkungan sehingga dapat digunakan sebagai tanda terjadinya perubahan lingkungan di suatu wilayah. Nimfa capung hanya dapat hidup di perairan dengan kualitas air yang bersih sehingga keberadaan capung menjadi suatu pertanda bahwa di daerah tersebut kondisi perairannya masih bersih.
Capung tergolong serangga karnivora yang memangsa serangga kecil lain seperti lalat, kutu daun, wereng bahkan kupu- kupu. Sebagai predator capung berperan penting dalam keseimbangan ekosistem yaitu memakan serangga pengganggu tanaman. Predator capung adalah burung, laba-laba, katak, ikan dan sesama capung baik yang sejenis maupun yang berbeda jenis. Sifat predator yang dimiliki capung menjadikan capung bermanfaat bagi lahan pertanian, karena capung bisa memakan hama yang merugikan pertanian. Capung juga membantu mengendalikan berbagai serangga seperti nyamuk berikut jentik-jentiknya, dengan cara memangsanya.
Setidaknya terdapat 26 jenis capung di kawasan Cagar Alam Rawa Danau (CARD). Anggota Sub Ordo Anisoptera berjumlah 14 jenis dan anggota Sub Ordo Zygoptera berjumlah 12 jenis. Contoh dari anggota Anisoptera, yaitu Capung Sambar Perut Pipih (Potamarcha congener), Capung Pancing Jawa (Paragomphus reinwardtii), Capung Sambar Perut Kait (Orthetrum chrysis), Capung Sayap Oranye (Brachythermis contamina), dan Capung Sambar Garis Hitam (Crocothermis servilia). Sedangkan contoh anggota Zygoptera, seperti Capung Hantu Kaki Kuning (Copera marginipes), Capung Jarum Kecil (Agriocnemis pygmae), Capung Jarum Sunda (Nososticta insignis), dan Capung Hitam Biru Metalik (Vestalis luctuosa) (Nur,2019). info lebih lengkapnya dapat kalian temukan di Buku Panduan Lapangan Capung CARD.
Begitulah sedikitnya tentang Semut yang saya ketahui, semoga artikel saya ini berguna dan bermanfaat untuk teman teman semuanya . Dan bagi teman teman yang masih ingin menabahkan atau memiliki wawasan yang lebih luas, teman teman bisa memberikan tambahan tentangSemut kolom komentar ya teman teman ^^
Jadi tunggu apalagi teman teman ?? Ayo bermain slot online di ROMA303 ^^

Komentar
Posting Komentar